MODUL SENAM VITALISASI OTAK

 

 

TAHAP I : Persiapan

 

Pendahuluan

Latihan/Senam Vitalisasi Otak adalah salah satu olahraga yang disusun berdasarkan memori gerak (kinestetik), yang gerakannya berasal dari berbagai gerakan-gerakan tarian di Indonesia yang melibatkan berbagai proses imajinasi penglihatan, pendengaran, sensorik, emosional (fungsi luhur otak) dalam satu gerakan. Dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak diperlukan sinkronisasi antara gerak napas fisiologis dan gerakan itu sendiri.

 

Tujuan umum

Latihan/Senam Vitalisasi Otak adalah memelihara berbagai fungsi otak agar dapat bekerja sesuai fungsi dan kebutuhannya dengan memberi suplai oksigen dan darah yang optimal, khususnya ke otak. Tujuan khusus Latihan/Senam Vitalisasi Otak adalah memberikan stimulasi yang adekuat pada struktur-struktur otak tertentu secara unimodal dan pada struktur yang berkaitan/multimodal yang berperan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Latihan/Senam Vitalisasi Otak dapat dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa, dan usia lanjut.

 

Prinsip Dasar Tampilan Senam Vitalisasi Otak

1.    Lambat

Gerakan dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan perlahan-lahan dengan tujuan menyelaraskan pola gerak otot, gerakan ritmis otot-otot pernapasan, dan metabolisme pada bagian otak yang terstimulasi dan melalui imajinasi saat melakukan gerakan. Secara tidak langsung, gerakan yang lambat tidak memberi beban berat pada jantung.

 

2.     Dari bawah ke atas

Gerakan selama Latihan/Senam Vitalisasi Otak mengupayakan sistematika gerak dari arah tubuh bagian bawah terus ke bagian atas, dengan tujuan untuk melatih bagian otot yang lebih kecil sampai otot yang lebih besar. Hal tersebut dilakukan agar gangguan-gangguan, terutama pada gerakan halus (misalnya menjahit, menulis) dan gerakan kasar (misalnya menyapu) yang sering terjadi pada orang tua dapat diatasi.

 

  1. Berulang-ulang

    Gerakan dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan dengan beberapa kali pengulangan. Hal ini penting sekali agar stimulasi gerak dapat terekam dalam otak melalui jaras proprioseptif (melatih rasa gerakan pada sendi/memori gerak)

     

     

    1. Melibatkan pandangan mata

      Setiap gerakan yang dilakukan oleh tangan maupun kaki pada Latihan/Senam Vitalisasi Otak senantiasa melibatkan pandangan mata. Hal ini untuk mengatasi masalah pada usia lanjut yang berhubungan dengan gangguan konsentrasi visual dan kemampuan visuospasial (mengenal ruang)

 

  1. Gerak sendi penuh

    Gerakan pada Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan sampai batas maksimal sendi. Kegunaannya untuk mengatasi permasalahan sendi yang dapat mengakibatkan keterbatasan gerak, yang biasa terjadi pada para lanjut usia.

 

  1. Melibatkan pernapasan

    Dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak, pernapasan senantiasa dilakukan secara teratur pada setiap gerakan. Hal ini penting untuk mencapai oksigenisasi yang optimal menuju otak karena permasalahan pada otak bisa muncul akibat kurangnya oksigen di otak. Sebaliknya, metabolisme otak optimal dapat tercapai bila oksigen di otak tercukupi. Dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak, suatu upaya yang terus diarahkan adalah bagaimana proses “pernapasan dalam” dapat dilakukan setiap melakukan gerak. Kontrol pernapasan ini juga sangat berguna untuk mencapai relaksasi pada peserta.

 

  1. Dihayati (sesuai gerakan yang dilakukan)

    Setiap melakukan Latihan/Senam Vitalisasi Otak, peserta diharapkan menghayati gerakan yang dilakukannya. Hal ini berguna untuk mencapai harmonisasi antara gerak (otot dan sendi), otak dan emosi karena tujuan akhir melakukan latihan ini adalah tercapainya keseimbangan antara fungsi otak, kerja otot dan stabilisasi emosi. Setiap gerakan pada Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan dengan imajinasi tertentu sesuai dengan rangsang suara atau pola gerakan yang akan menyebabkan terangsangnya berbagai tempat di otak sehingga terjadi keselarasan antara gerak, pikiran, dan emosi (body and mind exercise).

 

 

Tujuan Khusus    

  1. Upaya stimulasi dan pengaktifan otak menuju peningkatan kebugaran otak
  2. Meningkatkan konsentrasi
  3. Meningkatkan kemampuan visuo-spasial (mengenal ruang)
  4. Meningkatkan keseimbangan
  5. Meningkatkan koordinasi
  6. Meningkatkan daya tahan fungsi otak
  7. Meningkatkan pernapasan
  8. Mengurangi keluhan fisik sehubungan kondisi degenerasi organ tubuh
  9. Kegiatan rekreatif dan menyenangkan
  10. Melakukan relaksasi dalam gerakan
  11. Merangsang cinta, kasih sayang terhadap sesama manusia
  12. Merasa bersyukur kepada Sang Pencipta jagat raya

 

TAHAP II : Pelatihan gerak dan musik

 

A. PERSIAPAN

  • Persiapan Untuk Pelatihan

    Peserta diminta berjalan melenggang santai dan melakukan peregangan otot batang tubuh, gelang bahu, dan panggul selama 5 menit.

  • Persiapan Latihan Gerak    

    Mulai dengan mengheningkan cipta dan memejamkan mata ± 30 detik.

  • Permohonan

     Emosi : memohon dan bersyukur atas apa yang diberikanNya

kesehatan jiwa-raga

  • Kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk sedikit. Kedua telapak tangan di depan paha.
  • Hitungan 1-2 kedua lengan digerakkan bersama ke depan tubuh ke atas, kedua telapak tangan diputar ke luar sehingga menghadap ke atas perlahan-lahan, tarik nafas melalui hidung, lutut perlahan diluruskan, kaki jinjit, pandangan mata mengikuti gerakan tangan menyilang di depan dada.
  • Hitungan 3-4 kedua tangan kaki turunkan, nafas hembuskan melalui mulut.
  • Seluruh gerakan diulang sekali lagi sebanyak 2x.

 

 

B.PEMANASAN

  • Injit melambai

    Emosi-Imajinasi : Memohon dengan rendah hati dan penyerahan diri kepada Yang Maha Kuasa agar di beri keselamatan dan kesehatan

  • Gerakan seperti menabur bunga ke udara
    • Kaki dibuka sedikit sebatas bahu, lutut ditekuk, tangan di depan lutut, telapak tangan menghadap lutut
    • Hitungan 1-3: tangan lurus bergerak ke atas, telapak tangan menghadap ke bawah, putar hingga menghadap ke atas, tarik napas melalui hidung, lutut perlahan ditegakkan, pandangan mata mengikuti gerakan tangan
    • Hitungan 4: kepala ditengadahkan, tangan dikibaskan sehingga telapak tangan menghadap keatas, kaki jinjit
    • Hitungan 5-8: tangan turun perlahan menuju posisi semula, napas di hembuskan melalui mulut

     

     

  • Kepak Kupu-Kupu (repetisi: 2×8 hitungan kanan dan kiri)
    • Emosi: Bayangkan diri seperti kupu-kupu yang sedang mengepakkan sayapnya di taman bunga beraneka warna, yang harum, dan hawanya yang sejuk.
    • Posisi badan berdiri tegak, kedua kaki terbuka selebar bahu, kedua tangan disamping paha.
    • Hitungan 1-4: angkat kedua tangan bersilang di depan perut, telapak tangan menghadap ke atas, tangan diayun keluar bawah, kemudian melingkar hingga telapak tangan menghadap ke atas, jemari tangan bertemu di atas kepala, rentangkan kaki kiri ke belakang kiri, badan bertumpu pada kaki kanan, kedua kaki jinjit, pandangan mata mengikuti tangan kanan, dan tarik napas melalui hidung
    • Hitungan 5-8: kedua tangan diturunkan hingga menyilang di depan perut, diikuti pandangan mata pada tangan kanan, majukan kaki kiri ke posisi semula dan napas dikeluarkan melalui mulut.
    • Untuk posisi kaki kiri, ulangi gerakan seperti di atas

     

    • Rangkaian Bunga Melati
    • Emosi: Bayangkan sekuntum bunga melati warnanya putih, bersih, indah, dan harum baunya melambangkan kesucian
    • Bila dirangkai dan dikalungkan akan melambangkan kehormaatan
    • Kaki rapat, tangan di depan dada, telapak tangan menghadap keluar, kedua ibu jari dan telunjuk saling menyentuh membentuk gambar daun.
    • Hitungan 1-4: tangan digerakkan ke arah kanan atas, melingkar seperti membuat kelopak bunga, sampai kembali ke posisi semula (tengah)
    • Hitungan 5-8: tangan kembali bergerak ke samping kanan atas, bergerak melingkar ke bawah mengikuti gerak jarum jam, kembali pe posisi semula (tengah)
    • Hitungan 1-4: berikutnya, tangan bergerak ke samping kiri atas, melingkar kembali ke tengah.
    • Hitungan 5-8: tangan bergerak ke kiri bawah, melingkar ke arah tengah.
    • Gerak lingkarannya kecil sebatas siku

      Catatan : Mata mengikuti gerakan tangan, bila pusing dapat disertai gerakan kepala, bila tetap pusing gerakan tidak dilakukan.

C. LATIHAN INTI

  • Tapak Menyusur (diulang:2 x 8 hitungan kaki kanan dan kaki kiri bergantian) melatih keseimbangan, memusatkan pikiran, meningkatkan perhatian, menenangkan emosi, meningkatkan rasa percaya diri dan merangsang otak kecil.

    Imajinasi yang dibangun membayangkan kita dalam menghadapi suatu kesulitan dan berupaya untuk mencari jalan keluarnya serta kita berhasil mengatasi kesulitan tersebut.

    • Berdiri tegak, lengan disamping
    • Tangan di pinggang
    • Hitungan 1-4: Tumit kaki kanan bergerak ke atas menyusuri tulang kering kaki kiri hingga tempurung lutut sambil menarik napas melalui hidung. Kedua lengan boleh diangkat lurus ke samping untuk mempertahankan keseimbangan.
    • Hitungan 5-8: kaki kembali menyusur ke bawah, hembuskan napas melalui mulut, kembali ke posisi semula.
    • Bergantian kaki kiri menyusur tulang kering kaki kanan, dan seterusnya
    • Latih gerakan ini bergantian kanan dan kiri

     

     


    • Langkah Pasti (diulang:2 x 8 hitungan maju mundur bergantian)

Imajinasi : bayangkan anda mengambil keputusan untuk menikah dan pada saat melaksanakan pernikahan.

Emosi : penuh keyakinan dan percaya diri

  • Berdiri tegak, tangan di samping badan
  • Hitungan 1: kaki kanan di angkat, tarik napas dari hidung, tangan kanan diayunkan ke atas setinggi bahu, pergelangan tangan ditekuk. Telapak tangan menghadap ke bawah,lalu kibaskan sehingga telapak menghadap ke depan.
  • Hitungan 2: kaki kanan diturunkan dengan tumit terlebih dahulu menyentuh tanah, tanan turun setinggi pinggang, telapak tangan menghadap ke depan. Napas di hhembuskan melalui mulut.
  • Hitungan 3-4: lakukan untuk kaki kiri.
  • Hitungan 5-8: ulangi langkah maju seperti diatas.
  • Hitungan 1-8 berikutnya: jalan mundur diawali dari kaki kiri dengan gerakan yang sama.

Note : Tangan menyilang di dada pada yang mengalami gangguan keseimbangan

 


  • Kemenangan (repetisi:4 x 8 hitungan)

    Bayangkan kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau kita senangi.

    Gerakan : koordinasi gerakan kaki, tangan, mata, kepala dalam bentuk seperti tarian merangsang emosi gembira.

    • Atur nafas sesuai gerakan
    • Berdiri tegak, kaki rapat, tangan di samping.
    • Hitungan 1: bentangkan kedua lengan dengan posisi tangan kanan ke samping atas dan tangan kiri ke samping bawah. Telapak tangan menghadap ke depan, kaki kiri menendang ke depan. Pandangan mata mengikuti tangan yang ke atas.
    • Hitungan 2: gerakan yang sama dilakukan dengan anggota badan kiri. Kedua lengan diturunkan dan kedua tangan menepuk di depan dada, kaki kanan turunkan ke tempat semula.
    • Lanjut berganti-ganti sampai hitungan ke – 8.
    • Setiap pergantian gerak diawali dengan tepuk tangan di depan dada.

    Atur nafas sesuai gerakan


  • Ceria (repetisi: 4×8 hitungan)
    • Berdiri tegak, kaki rapat, tangan di samping
    • Hitungan 1: tepuk tangan di depan dalam sikap sembah.siku kanan menekuk, telapak tangan kanan setinggi bahu menghadap ke depan, tarik ke belakang lengan kanan, tangan kiri di depan dada dengan telapak tangan menghadap ke kanan, kaki kiri digerakkan ke depan. Tepukkan kedua tangan didepan dada. Tekuk sedikit lutut kiri. Kaki kiri ditarik kembali ke tempat semula.
    • Hitungan 2, tangan kiri tetap di depan dada, gerakkan lengan kanan yang tetap tertekuk pada sendi siku ke sisi bahu kanan, tungkai kiri gerakkan ke belakang, lutut kanan di tekuk sedikit.
    • Kepala menengok ke tangan yang bergerak ke belakang.
    • Lakukan tepuk tangan 2x
    • Hitungan 2: lakukan gerakan yang sama dengan sisi yang lain


 

 

Tambahan :

Irama gerakan dalam latihan dapat diketukan 2/2, bila hendak dirubah menjadi ¾, tepukan dilakukan 2 kali

 

  • Menyentuh Pelangi (repetisi:1 x 8 hitungan)

Emosi: menghayati keagungan pencipta kita yang telah memberi kehidupan, keselamata, kesehatan dan kesejahteraan. Dengan membayangkan pelangi yang indah melingar diatas langit.

Kaki sedikit dibuka, tangan disamping badan menyilang di depan dada tangan kanan diatas dan pada saat kembali sebaliknya tangan kanan dibawah.

  • Hitungan 1-4: tarik napas (posisi dorso fleksi) dengan tangan digerakkan ke atas dengan telapak tangan menghadap ke atas. Sampai di atas kepala, telapak tangan menghadap ke bawah, jari-jari bersentuhan, pandangan mata lurus ke depan. Bila gerakan tersebut tidak dapat dilakukan dengan kaki sejajar, dapat dibantu dengan pijakan kaki ke belakang secara bergantian.

 

  • Hitungan 5-8: hembuskan napas, turunkan tangan ke posisi semula.(posisi anterofleksi). Bila gerakan tersebut tidak dapat dilakukan dengan kaki sejajar, dapat dibantu dengan pijakan kaki ke depan secara bergantian.

 

  • Kasih Sayang (repetisi:1×8 hitungan)

    Emosi: ungkapan rasa kasih sayang terhadap semua dan sesama manusia. Bayangkan kita saling menyayangi suami istri dan sluruh keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat.

    • Kaki sedikit dibuka, tangan di samping badan.
    • Hitungan 1-4: ambil napas, tangan di gerakkan ke samping, pergelangan tangan ditekuk, telapak tangan menghadap ke depan, dorong tangan ke depan dengan posisi badan membungkuk, ujung jari-jari saling bertemu, pandangan mata menghadap ke depan.
    • Hitungan 5-8: sambil menghembuskan nafas tarik tangan ke samping dan kembali ke posisi semula.

    Tambahan : Dapat dilakukan torso kekanan, kekiri dan menyamping

     

 

  • Menjangkau Harapan (repetisi:4 x 8 hitungan)

    Emosi: membayangkan rasa optimis untuk melakukan sesuatu dan tidak berputus asa untuk melakukan kembali kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

    • Kaki dibuka sejajar bahu
    • Hitungan 1-4: tarik napas, gerakkan kedua lengan dari samping.

      Pinggul sebelah kiri ke samping kanan, ke atas sampai di atas kepala, lentikkan tangan hingga telapak tangan menghadap ke atas, kaki kanan menumpu, kaki kiri diluruskan hingga tumit terangkat.

    • Hitungan 5 – 8: hembuskan napas dan gerakkan tangan serta tubuh kembali ke posisi semula.


  • Memandang Langit (repetisi:4×8 hitungan)

    Gerakan : Fleksi lengan, tungkai, torso kekiri-kanan. Mata mengikuti gerakan tangan ke atas

    Emosi: mengagumi jagat raya ciptaan Tuhan

    • Kaki di buka sejajar bahu
    • Hitungan 1 – 4: tarik napas lewat hidung, tangan kiri di pinggang, tangan kanan digerakkan ke atas lewat samping. Hingga di atas kepala, telapak tangan menghadap ke bawah, kaki kiri lurus, kaki kanan sedikit ditekuk, badan miring ke kiri, pandangan mata mengikuti gerakan tangan ke atas.
    • Hitungan 5 – 8 : perlahan-lahan kembali ke posisi awal, hembuskan napas melalui mulut.
    • Berikutnya, lakukan gerakan yang sama dengan sisi yang lainnya.
    • Pandangan mata senantiasa mengikuti gerakan tangan.

     


    • Menapak jejak

      Emosi : merasa sehat, kuat, dan rasa optimis

      • Berdiri dengan kaki rapat, tangan disisi
      • Hitungan 1, tarik nafas, angkat paha kanan hingga tegak kurus badan ke arah sisi kiri, lengan kanan lurus ke belakang, lengan kiri diayun lurus ke atas kanan.
      • Hitungan 2, pertahankan, berdiri pada kaki kiri ini
      • Hitungan 3, hembuskan nafas, langkahkan kaki kanan ke sisi kiri depan, badan condong ke depan
      • Hitungan 4, tarik torso ke belakang
      • Hitungan 5-8, gerakan yang sama dengan sisi lainnya
      • Hitungan 1-8 berikutnya, jalan zig-zag mundur ke posisi awal

    Tambahan : gerakan cross croal tungkai dan lengan

  • Kepak Pahlawan (repetisi: 2 x 8 hitungan maju mundur bergantian)

    Emosi: Kita bersyukur dan bangga atas keberhasilan kita melakukan sesuatu dengan baik

    • Hitungan 1-2: tarik napas, lengan kanan dibentangkan ke atas, lengan kiri ke bawah dengan telapak tangan menghadap ke dalam. Pandangan mata mengikuti gerakan lengan yang ke atas, angkat kaki kiri maju ke depan.
    • Hitungan 3: kaki kiri tetap di depan, telapak tangan menyatu, bersikap sembah di depan dada.
    • Hitungan 4: kedua lutut di tekuk.
    • Hitungan 5-8: melangkah maju dengan kaki kiri dan gerakan yang sama dengan kaki kanan. Hembuskan napas dan pandangan mata senantiasa mengikuti gerakan tangan ke atas bergantian.


     

 

D. PENDINGINAN

  • Bersiul (repetisi:1 x 8 hitungan)

    Tangan di pinggang, tarik napas, lalu mulut bersiul selama 8 hitungan. Hitungan 1-2 tarik nafas, hitungan 3-8, bersiul 2 kali

  • Senyuman manis (repetisi:1 x 8 hitungan)

    Tangan dipinggang, bibir tersenyum. Hitunh 1-2, senyum, 3-4, biasa, 5-6, senyum, 7-8, biasa

  • Mengangkat dan menurunkan alis (repetisi:1 x 8 hitungan)
  • Tangan di pinggang
  • Hitungan 1: alis di angkat
    • Hitungan 2: alis di turunkan, dan seterusnya hitungan 1-2, angkat alis, 3-4, turun kan alis, di ulang 2 kali.
  • Membuka dan menutup mata (repetisi:1 x 8 hitungan)
  • Tangan di pinggang
  • Hitungan 1: menutup mata
  • Hitungan 2: membuka mata, dan seterusnya
  • Tatapan Mata (repetisi: 4 x 8 hitungan)

    Telapak tangan disatukan di depan dada, sikap sembah

     

Hitungan 1 – 8 pertama:

  • Hitungan 1 – 4: kedua tangan ke atas diikuti tatapan mata
  • Hitungan 5 – 8: kedua tangan bergerak kembali ke depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata

Hitungan 1 – 8 kedua:

  • Hitungan 1 – 4: kedua tangan bergerak ke samping kanan diikuti tatapan mata
  • Hitungan 5 – 8: kedua tangan bergerak kembali ke depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata

Hitungan 1 – 8 ketiga:

  • Hitungan 1 – 4: kedua tangan bergerak ke samping kiri diikuti tatapan mata
  • Hitungan 5 – 8: kedua tangan bergerak kembali ke depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata.

Hitungan 1 – 8 keempat:

  • Hitungan 1 – 4: kedua tangan bergerak ke bawah diikuti tatapan mata.
  • Hitungan 5 – 8: kedua tangan bergerak kembali ke depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata.

 

 

  • We Love…All of You (repetisi:1×8 hitungan)

Kaki dibuka sejajar bahu.

  • Hitungan 1 – 4: tarik napas melalui hidung, telapak tangan menyusur paha bergerak ke atas sampai ke dada, luruskan kedua tangan ke depan dengan badan membungkuk, pertemukan ujung jari, pandangan mata pada jari.
  • Hitungan 5 – 8: pertemukan pergelangan tangan, telapak tangan, tarik ke arah dada bersikap sembah, badan kembali tegak, lutut ditekuk dan kembali seperti semula.

     

 

TAHAP III : Pelatihan imajinasi

 

Pendahuluan

    Imajinasi adalah pembayangan suatu peristiwa, indraan, gerakan, pengalaman. Pada imajinasi gerakan, tanpa melakukanya, yang terangsang ialah daerah-daerah dalam otak yang merencanakan dan mengatur gerakan itu. Pada pembayangan penglihatan bunga melati misalnya yang menjadi aktif ialah daerah pengertian apa yang dilihat. Pada latihan gerakan yang disertai imajinasi akan terjadi asosiasi antara pusat gerakan dan indra yang bersangkutan.

 

Langkah Awal

  • Peserta
    • Awal latihan imajinasi, peserta diminta mengatur nafas, menarik dan mengeluarkan nafas secara perlahan-lahan sampai peserta sambil duduk dengan santai.
    • Peserta diminta untuk mengingat kembali gerakan-gerakan yang sudah diajarkan dalam latihan sebelumnya.

     

  • Instruktur
  1. Instruktur memperagakan kembali gerakan-gerakan yang telah diajarkan dari setiap tahapan latihan.
    1. Pada saat latihan dimulai, dipasangkan lagu dengan irama tenang dan lambat.
  2. Instruktur akan membacakan imajinasi gerakan dengan membaca lembar balik dari setiap gerakan tersebut.

 

 

 

I. PERSIAPAN LATIHAN IMAJINASI

Permohonan

  • Makna : Anda bersyukur pada Sang Pencipta atas apa yang diberikanNya.
    • Imajinasi : Bayangkan anda sedang bermohon dan bersyukur pada Sang Pencipta atas kesehatan jiwa-raga yang telah diberikanNya
    • Efek : Merangsang kerjasama belahan otak kanan-kiri.

 

 

II. PEMANASAN

 

  • Kepak Kupu-Kupu
    • Makna : Perubahan dalam kehidupan
      • Imajinasi: Bayangkan diri Anda seperti kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya lemah gemulai dengan bentuk dan warna yang indah di taman beraneka warna, harum baunya, dan hawanya yang sejuk.
      • Efek : Merangsang sistem keseimbangan.

    Catatan : Kupu-kupu adalah binatang yang mengalami proses kehidupan yang kompleks, pertama ia hidup dalam kepompong hidup atau mati tidak diketahui bentuknya dan menjelma menjadi ulat yang menjijikan melahap dan merusak daun-daun di sekitarnya, kemudian berubah menjadi binatang kupu-kupu yang sangat indah dan dikagumi hidup di antara bunga-bunga yang harum.

     

  • Rangkaian Bunga Melati
    • Makna : Melambangkan kehormatan dan kesucian.
      • Imajinasi: Bayangkan sekuntum bunga melati warnanya putih, bersih, indah, dan harum baunya dikalungkan di leher anda dan anda merasa bangga dan terhormat
      • Efek : Merangsang kerjasama baga ubun-bun dan baga dahi otak.

     

     

     

III. LATIHAN INTI (setiap latihan diulang 1x)

  • Tapak Menyusur
    • Makna : Berhati-hati dan tabah dalam menjalani cobaan hidup
    • Imajinasi : Bayangkan dalam perjalanan hidup anda menghadapi suatu kesulitan dan berupaya untuk mencari jalan keluarnya dan anda berhasil mengatasi kesulitan tersebut.
      • Efek : Melatih keseimbangan, merangsang otak kecil, pemusatan perhatian, dan menenangkan emosi.

    *(Lagu I)

  • Langkah Pasti
    • Makna : Mengambil keputusan secara pasti
      • Imajinasi : Bayangkan dalam kurun waktu lampau saat Anda mengambil keputusan untuk menikah dan pada saat melaksanakan pernikahan.
      • Efek : Merangsang belahan otak kanan-kiri sendiri-sendiri bergantian.

    *(Lagu II)

  • Kemenangan
    • Makna : Merasa menang
      • Imajinasi : Bayangkan Anda merasa senang karena melakukan sesuatu, misalnya menolong orang, mendidik anak, mendapat bintang tanda jasa, atau yang lain.

    *(Lagu III)

  • Ceria
    • Makna : Merasa optimis dalam menghadapi segala macam cobaan hidup
      • Imajinasi : Bayangkan Anda sedang berhadapan dengan seorang bayi dimana Anda harus tersenyum dan berbicara ceria untuk menyapa bayi tersebut.
      • Efek : Asosiasi gerakan ekstremitas, torso, leher.

    *(Lagu IV)

  • Menyentuh Pelangi
    • Makna : Menghayati keagungan Pencipta Anda yang telah memberi kehidupan, keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan.
      • Imajinasi : Bayangkan pelangi merah-kuning-hijau melingkar dhi atas langit pada udara yang cerah dan sejuk.
      • Efek : Asosiasi gerakan torso

    *(Lagu V)

     

     

     

     

     

     

     

  • Kasih Sayang
    • Makna : Ungkapan rasa kasih sayang terhadap semua dan sesama manusia
      • Imajinasi : Bayangkan Anda sedang berkumpul bersama suami istri dan seluruh keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat pada hari raya, Natal, atau hari kasih sayang.
      • Efek : Asosiasi gerakan badan dan emosi kasih sayang.

    *(Lagu VI)

  • Menjangkau Harapan
    • Makna : Rasa optimis
      • Imajinasi: Bayangkan Anda mengalami kegagalan dalam melakukan sesuatu dan tidak berputus asa untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

    *(Lagu VII)

  • Memandang Langit
    • Makna : Mengagumi jagat raya ciptaan Tuhan
      • Imajinasi : Bayangkan Anda sedang memandang langit yang luas dengan awan putih yang berkumpul seolah-olah kita berada di jagat raya ini sendiri.

    *(Lagu VIII)

  • Menapak jejak
    • Makna : Rasa optimis
      • Imajinasi : Bayangkan Anda saat ini masih diberi kesehatan, kekuatan, dan masih dapat melakukan segala sesuatu dengan baik

    *(Lagu IX)

  • Kepak Pahlawan
  • Makna :Kebanggaan atas hasil kerja yang telah dilakukan dengan sukses.
    • Imajinasi: Bayangkan dalam kehidupan Anda suatu kesuksesan yang pernah dicapai dengan baik dan Anda bangga terhadapnya bersyukur dan bangga atas keberhasilan Anda melakukan sesuatu dengan baik

    *(Lagu X)

     

     

     

TAHAP IV : Sinkronisasi Imajinasi, Gerak, dan Musik

 

Sinkronisasi adalah suatu rangkaian pelatihan senam vitalisasi otak yang menggabungkan antara pelatihan imajinasi, gerak, dan, musik.

 

  • Tahap 1 :

    Pelatih membacakan gerakan-gerakan serta membanyangkan imajinasi dengan lembar balik

  • Tahap 2 :

    Pelatih membaca makna dan imajinasi, peserta melakukan gerakan

  • Tahap 3

    Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, peserta yang sudah mahir menjadi ketua kelompok atas 1 dan tahap 2 di kelompok masing-masing

  • Tahap 4 :

    Peserta memberi kesimpulan tentang gerakan dan imajinasi serta kekurangan.

Note : Musik 1-10 menyatu.

 

 

TAHAP V : PRAKTEK SENAM VITALISASI

 

Praktek senam vitalisasi otak dilakukan setelah peserta mendalami tahap I, II, III, dan IV. Terdiri dari :

  • Praktek Kelompok
  • Praktek Individu mewakili kelompok
  • Membuat rangkuman hasil latihan dalam kelompok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s